Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Memanipulasi Raja Gagap

Oleh Adji Subela Judul film : The King’s Speech Pemain : Colin Firth, Geoffrey Rush, Helena Bonham Carter, dll Skenario : David Seidler Sutradara : Tom Hooper Apa jadinya kalau sang Raja yang diharapkan memberi semangat rakyatnya menghadapi Perang Dunia II ternyata bicara dengan tergagap-gagap, dingin dan tak berjiwa? Padahal Raja harus memberi semangat kepada rakyat, berhadapan dengan pidato Hitler yang menawan serta propaganda Joseph Gobbels yang tajam. Kekecewaan Istana maupun publik dimulai saat Pangeran York alias Albert Frederick Arthur George, putra ketiga Raja Britania Raya George V, dan ayah dari Ratu Elizabeth II sekarang ini, harus berpidato mewakili ayahnya dalam penutupan British Empire Exhibition di Stadion Wembley, 31 October 1925. Ia tergagap-gagap. Maka ia harus menjalani terapi. Dokter pertama yang memakai methode aneh-aneh a.l. mengulum kelereng di mulutnya gagal. Pihak gereja Westminster berusaha mencarikan seorang ahli bicara, tapi

SENYUM DIKIT

Edisi 16 Perayu John terkenal sebagai pria perayu perempuan. Ketika sedang berpangkas rambut di sebuah hotel, ia menunggu pemangkas yang sedang mengasah pisau cukur. Sambil menunggu, ia menikmati layanan manikur dan merayu gadis pelayannya. John (berbisik) : Halo manis, boleh kita ke nightclub nanti malam? Gadis : Aku sudah menikah. John : Tak soal bilang terus terang pada suamimu Gadis : Kenapa bukan Anda yang bilang langsung padanya? Itu, dia yang sedang mengasah pisau cukur.

Lolita&Obsesi Duda Sinting

Oleh Adji Subela Judul : Lolita Pengarang : Vladimir Nabokov Penerjemah : Anton Kurnia Penerbit edisi Indonesia : PT Serambi Ilmu Semesta Edisi : cetakan ke-2 Juni 2008 Isi : 529 halaman Membaca buku harian orang gila tidak gampang. Kita harus siap diombang-ambingkan logika rusak mereka, dan sejumlah kesakitan yang membuat mereka terpuruk di sel-sel ruang perawatan. Ingat saja Catatan Harian Orang Gila karya Anton Chekov. Humbert Humbert adalah pria separuh baya, duda, mengaku sastrawan, guru, dan apa saja. Yang terpenting dan faktual, ia pedofilia, pencinta kanak-kanak kelas berat, perusak moral bocah serta pembunuh kikuk. Vladimir Nabokov, sastrawan AS kelahiran St. Petersburg, Rusia, 23 April 1899, menulis novel kontroversial, Lolita , tahun 1955 dan langsung dicerca di mana-mana. Humbert, tokoh aku dalam Lolita , dianggap sangat tidak bermoral

CERITA PENDEK

Nabi Perlu Celana Baru Oleh Adji Subela Ia sudah berputus asa. Tak ada lagi tersisa harapan agar cucunya hidup layak untuk keesokan harinya. Ia sudah ingin mati, tapi tak tahu cara bagaimana agar apa yang diinginkannya itu dapat terkabul. Bahkan untuk mengakhiri hidupnya yang bopeng itu pun ia benar-benar sudah tak mampu lagi. Nenek itu sudah tak tahan lagi melihat cucunya hidup seperti daun kering tertiup angin. Anak itu sudah sejak di dalam kandungan ibunya – anak perempuannya – selalu menuai masalah musykil. Siapa ayah anak itu tidak pernah jelas. Ah, ini cerita lama. Pria yang datang kemudian bersama si ibu anak itu, berbuat seolah-olah ialah ayahnya. Ketika adiknya kemudian lahir, pria itu cepat sekali menghilang, tak pernah terdengar kabarnya. Itu pun cerita lama pula. Hal baru yang harus mereka terima, adalah ketika ibu si anak itu pulang kembali ke rumah si nenek dengan perut besar lagi. Adik si cucu, jadi yang kedua

OPINI

Kecerdasan Beragama Oleh Mintardjo Penulis pernah menyaksikan peristiwa menarik dalam salah satu acara di TV swasta, Uang Kaget . Ada seorang remaja putri yang diberi uang sebesar 10 juta rupiah, yang harus dibelanjakan dalam waktu tertentu dan nanti menjadi miliknya. Anak yatim itu tinggal di rumah petak sederhana bersama ibunya. Melihat penampilannya, baik pakaian maupun tempat tinggalnya, mereka terkesan hidup di bawah standar, baik ekonomi maupun pendidikannya. Setelah menerima uang 10 juta remaja tersebut dengan sigap membelanjakannya dan tepat pada waktu yang ditentukan uang habis dibelanjakan. Pemandu menyatakan bahwa semua hasil belanjanya menjadi miliknya. Ada beberapa hal yang sangat luar biasa dan jauh di luar dugaan penulis terhadap kepribadian remaja tersebut sehingga tanpa terasa penulis pun meneteskan air mata: Pada waktu selesai belanja dan semua hasil belanjaannya dinyatakan sah menjadi miliknya, betapa dia dengan tulus berkali-kali mengucapkan
Berita bahagia Teman-teman pembaca setia blog www.adjisubela.com yang saya cintai, mulai saat ini Anda semua akan mendapatkan sajian materi yang Insya Allah akan lebih baik dan penampilan lebih menarik, dan diperbarui setiap waktu. Selain itu rubrik Anda juga akan ditambah sesuai dengan materi yang tersedia. Semoga blog ini dapat bermanfaat. Sampaikan kepada sahabat-sahabat Anda agar menengok blog ini syukur menjadi follower-nya. Tak lain marilah kita berdoa semoga Tuhan YME selalu melindungi kita dan memberikan Rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

Senyum Dikit

Edisi ke 15 “Kata-kata mutiara” mengenai hidup Hidup dimulai pada usia 40 tahun. Tapi Anda akan rugi banyak kalau menunggu sampai usia itu! Hidup. Separuhnya dirusak orangtua kita, separuhnya dirusak anak-anak kita. Ketika Anda hendak menikmati hidup pada saat keuangan Anda sangat cukup untuk makan-minum enak, lalu bersenang-senang, tiba-tiba dokter mengungkung Anda hanya dengan segelas susu. Kenapa hidup perempuan lebih panjang dari pria? Jawabnya: karena mereka tidak pernah punya istri!

Wisata

Selendang Mayang Melayang di Kota Tua Oleh Adji Subela Warna pelangi Selendang Mayang begitu menggugah selera merangsang liur. Di tengah terik matahari siang di pelataran Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, di hari Senin, Selendang Mayang mengibas pesonanya seolah merayu pengunjung Museum Sejarah Jakarta, atau mereka yang sekedar menikmati pemandangan, atau penendara sepeda onthel, untuk mencicipi-meresapi segarnya. Es Selendang Mayang belakangan ini populer kembali, antara lain berkat siaran kuliner di televisi. Penghilang rasa haus khas Betawi ini telah bertengger di kawasan Kota Tua sejak tahun 1987 lalu. Penjualnya adalah warga asli Betawi dari kampung Kedoya, Kanda. Pria beranak tiga ini meneruskan usaha mertuanya. Pertama karena hanya ketrampilan ini yang ia punyai, kedua ingin supaya es model asli Betawi ini digemari lagi. Seingatnya, ketika masih kanak-kanak, es selendang mayang cukup populer di kalangan warga Betawi

Cerpen - 11

Matahari Malas Mendaki Langit Oleh Adji Subela Pagi itu adalah pagi yang paling panjang dalam hidup seorang budak kecil, Udin. Matanya yang jernih berkilat meluapkan rasa keheranannya. Matahari tak pernah naik dari batas cakrawala timur dan ia diam malas mengambang di sana. Arloji orang-orang sudah menunjukkan hari pukul dua belas siang. Surya itu tak pernah merambat naik ke lengkung langit di atasnya! Aneh, sungguh ajaib sekali! Terlebih aneh lagi, orang-orang tak pedulikan hari pagi yang berkepanjangan itu. Semua sibuk, sibuk lalu sibuk lagi. Ada yang sibuk bermalas-malasan, ada yang sibuk lelap tidur dan ada yang sibuk bingung ke sana ke mari tanpa tujuan jelas. Satu dua orang sibuk melamun memandangi langit yang selalu pagi itu dengan mata bulat tanpa menggerakkan kelopak atau pun bulu matanya. Keheranan Udin kian memuncak. Tetangganya acuh tak acuh, bahkan emaknya pun tak pernah hirau bola bulat yang suka membakari langit setiap hari itu. Hati Udin lalu menggele

Artikel - 13

Jangan kotori Museum Sejarah Jakarta dan lingkungannya! Oleh Adji Subela Pernah masuk ke Museum Sejarah Jakarta (MSJ) belakangan hari ini? Di salah satu pintu belakang di sisi timur, terlihat coret-moret grafiti tangan-tangan jahil yang benar-benar mengotori pemandangan. Bayangkan, satu gedung yang sudah berusia 400 tahun lebih memendam sejarah perjalanan kota Jakarta yang dulu di jaman penjajahan Belanda bernama Batavia itu, tiba-tiba dicorengi wajahnya oleh “vandalis” di Abad ke-21. He! Generasi muda masa kini! Tak tahukah engkau bahwa gedung ini dipugar oleh Gubernur Ali Sadikin tahun 1972 dan baru selesai 30 Maret 1974? Dengan biaya yang begitu mahal dan memakan waktu, tenaga, serta pikiran begitu banyak? Tak tahukah engkau betapa sulitnya memugar bangunan yang bersejarah itu agar sesuai dengan aslinya? Tak kurang dari Rp.155,6 juta biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta waktu itu untuk memugar gedung yang dulunya disebut